Tolak RUU P2SK, Forkopi Bertemu Dengan Fraksi PKS

Laporan wartawan JAKARTA Johnson Semanjuntak

– Sejumlah pasal RUU P2SK mendapat penolakan keras dari anggota koperasi Forum Komunikasi Koperasi Indonesia (Forkopi).

Forkopi menolak mengesahkan RUU P2SK karena akan mematikan eksistensi dan jati diri koperasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Forkopi di Ruang Rapat Bagian PKS, Gedung Nusantara, Kompleks DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (2022/11/15/2022) saat Dengar Pendapat Bagian PKS.

Kedatangan Forkopi disambut langsung oleh anggota Fraksi PKS, khususnya Ecky Awal Mucharam, Ketua Fraksi PKS, serta Dr Hj Anis Byarwati dan Hidayatullah dari Dewan ke-11 DPRI.

Audiensi yang disponsori oleh Forkopi itu dihadiri oleh Asosiasi Pemuda Koperasi Indonesia (AMKI), Asosiasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo), dan Persatuan BMT Indonesia (PBMTI).

Kartiko Ardi Wibowo yang memimpin sosialisasi tujuan FORKOPI mengatakan klausul RUUP2SK dapat merusak identitas koperasi dan mengancam eksistensi koperasi di Indonesia.

“Forkopi menolak keras RUU P2SK dan menentang koperasi di bawah pengawasan OJK,” kata Kartiku.

Saya berjanji untuk memperjuangkan aspirasi saya

Dalam kesempatan tersebut, Anis Biarwati menyatakan bahwa F-PKS telah menerima aspirasi Forkopi dan akan memperjuangkannya melalui jalur Kongres.

Maka hari ini kami mengunjungi Forkopi yang didalamnya terdapat beberapa koperasi di Indonesia yang beranggotakan puluhan juta dan menangkap aspirasi tersebut dengan baik sekaligus merespon perjuangan melawan PKS.

“Koperasi ini memiliki identitas yang sangat perlu kita perkokoh sebagai soko guru perekonomian Indonesia yang mengutamakan keadilan, mengedepankan gotong royong, mengawal perekonomian kecil dan melindungi yang terkena dampak perbankan,” jelas Anis.

Cabang PKS berkomitmen untuk mendorong pendapat dan aspirasi masyarakat untuk menjadi bahan pertimbangan Panitia Debat RUU PPSK.

Dia mengatakan, “Kami pasti akan bekerja menuju ambisi ini dan OJK tidak bisa mengawasi koperasi ini. Saya juga mendorong Kementerian Koperasi untuk menjadi pelindung koperasi karena koperasi berbeda dengan bank dan sektor keuangan lainnya.” dikatakan.

Menurut Anis, keberadaan koperasi sangat penting karena mengandung banyak sinergi yang melindungi perekonomian masyarakat kecil dari jangkauan perbankan.

Nantinya, menurut Anis, Fraksi PKS juga akan menyampaikan aspirasi Forkopi dalam rapat pemerintah dan Badan Legislasi PPSK di Dewan ke-11 DRC.

Selain itu, kata Dirut Anis, koperasi memerlukan aturan tersendiri dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.

Sementara itu, anggota FORKOPI Frans Miruga yang juga anggota FORKOPI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota Panitia Kongres Rakyat ke-11 yang menyambut baik aspirasi Forkopi dan siap mendukung aspirasi Forkopi terkait pengaturan kekuasaan. Selain itu juga melakukan pengawasan terhadap koperasi agar tidak diawasi.

Frans Miroga mengatakan, “Kami siap meninjau jika Anda tidak setuju dengan OJK untuk meningkatkan perekonomian dan itu melanggar identitas koperasi.”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *