Profil Abdul Mu’ti, Calon Ketua Umum PP Muhammadiyah, Sempat Tolak Tawaran Jadi Wakil Menteri

Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Muti, dicalonkan sebagai Moderator Umum PP Muhammadiyah pada Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Hasil Pemilihan Calon Presiden Partai Rakyat Muhammadiyah akan diumumkan pada Minggu (20/11/2022), pada hari ketiga setelah selesainya Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Seperti diketahui, Jumat (18 November 2022) merupakan hari pertama tahun ke-48 Mukhtar Muhammadiyah.

Sebelumnya, ada 92 nama bakal calon Gubernur PP Muhammadiyah.

Dari 92 orang, 39 dilikuidasi, termasuk Abdul Moti.

Lalu siapakah Abdul Muti itu?

Berikut profil Abd al-Muti yang dicalonkan sebagai Gubernur PP Muhammadiyah dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Tentang Abdel Morty

Abdul Muti lahir pada tanggal 2 September 1968 di Kudus, Jawa Tengah.

Dikutip dari mpai.fitk.uinjkt.ac.id Pada tahun 1986 Abdul Muti menyelesaikan pendidikan dasarnya di Kudus.

Ia kemudian melanjutkan ke pendidikan tinggi di IAIN Walisongo Semarang Sekolah Tinggi Pendidikan, lulus pada tahun 1991.

Ia juga belajar di Flinders University di Australia Selatan hingga menyelesaikan studinya pada tahun 1996.

Abdul Muti kemudian masuk ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk menyelesaikan PhD-nya.

Profesor sekarang. Dr. Abdel-Moati, M.Ed. Tercatat sebagai dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Abdelmoti saat ini menjadi pengajar terdaftar di IAIN Walisongo sejak tahun 1993.

Bahkan, sejak 2006 ia bekerja sebagai konsultan di British Council di London.

Guru besar pendidikan Islam ini ternyata mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah.

Jabatan terakhirnya di Muhammadiyah adalah sebagai sekretaris Muhammadiyah.

Anggota Muhammadiyah sejak tahun 1994, Abdul Muti juga pernah menjabat sebagai sekretaris PWM Jawa Tengah tahun 2000-2002.

Kemudian pada tahun 2002 menjadi Gubernur Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah hingga tahun 2006.

Abd al-Moati kemudian menjadi sekretaris Komite Pendidikan Sekolah Dasar Muhammadiyah periode 2005-2010.

Bahkan, Abdul Muti tercatat sebagai anggota Dewan Agama dan Pluralisme Indonesia-Amerika dan Majelis Eksekutif Konferensi Perdamaian Agama Asia.

Abdul juga Wakil Menteri Agama Anti Terorisme dan Sekretaris Dewan Cendekiawan Muslim Nasional Indonesia.

Pada Jumat, 18 Mei 2018, namanya masuk dalam daftar 200 da’i yang direkomendasikan Kementerian Agama.

Dia tidak pernah menolak tawaran Waman.

Terungkap bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menawari Abdul Muti jabatan Wakil Menteri.

Namun, Abd al-Moati menolak karena merasa tidak bisa menduduki jabatan wakil menteri.

Sebelumnya, dia mengaku sudah didekati oleh Menteri Negara Bratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan MNDICBD Nadim Anwar Makarem.

Namun, setelah beberapa waktu, Mu tidak berubah pikiran.

“Saya rasa saya tidak mampu melakukan tugas berat seperti itu,” kata Al-Moati, “Saya tidak memenuhi syarat untuk tugas ini.”

(/Jalouh dan Dia Wardani/Indra Kurniawan)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *