Produk Bulu Mata Palsu Lokal Tembus Pasar Eropa Dan Amerika Serikat, Serap 700 Pekerja

Siaran pers, Sino Tre Solestiono

JAKARTA – Bank Ekspor-Impor Indonesia, lembaga misi khusus Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Kementerian Keuangan, terus memberikan pelatihan dan dukungan kepada UKM berorientasi ekspor untuk meningkatkan kelas mereka agar dapat memasuki pasar pasar internasional.

Salah satu UKM yang berhasil go global adalah Dewi Ekha Harlasyanti, seorang pengusaha lokal di bidang bulu mata palsu yang sukses mengekspor produknya ke pasar Eropa dan Amerika.

Dewi memulai usahanya dengan mendirikan perusahaan PT Diva Prima Cemerlang pada tahun 2015 dan menjabat sebagai CEO hingga saat ini.

Kewalahan oleh 20 tahun kehidupan kerja dengan masa depan yang tidak pasti, Dewey memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memulai bisnisnya sendiri.

Dia melihat peluang bisnis di rumah lamanya, Purpalingja, pusat produksi bulu mata palsu di Indonesia dan di seluruh dunia.

“Jadi, bulu mata palsu yang terbuat dari rambut manusia harus dibuat di Indonesia, dan hanya Purbaringa di dunia yang bisa membuatnya. Jadi, Indonesia adalah pemasok bulu mata palsu ke dunia, lalu mengapa saya menjadi pengekspor bulu mata palsu? Mempermudah tawar-menawar dengan pembeli,” jelas Dewey dalam keterangannya, Rabu (16/11/2022).

Sejak awal, Dewey memulai bisnis dengan tekad untuk berorientasi ekspor, tak lama kemudian pembeli dari negara lain berbondong-bondong ke Prancis untuk membeli bulu mata buatan Dewey, yang akhirnya menjadi tujuan ekspor nomor 1 Dewey.

Saat ini, Dewey mengekspor ke 16 negara, termasuk Meksiko, Kolombia, Turki, Prancis, dan Amerika Serikat, sebagai pasar terbesar produk bulu mata buatan.

Selain menjadi juara devisa bangsa melalui ekspor, para perempuan fakultas hukum ini juga menjadi juara masyarakatnya dengan memberdayakan mereka dalam proses produksi.

Dewey mengatakan ada sekitar 500 hingga 700 orang yang diberdayakan, kebanyakan dari mereka adalah ibu rumah tangga.

Sebagai seorang entrepreneur yang selalu ingin lebih tinggi untuk go global, Dewi memperkenalkan produknya kepada LPEI melalui Desa Sejahtera Astra.

Dukungan yang diberikan LPEI kepada Dewi telah membantunya mendapatkan akses pasar terbuka, memperluas jaringan bisnisnya, dan mempromosikan produk bulu mata palsu Dewi kepada pembeli dan desainer di seluruh dunia.

Harapan Dewi ke depan adalah terus eksis di pasar global, terutama di pasar AS dan Eropa.

“LPEI telah memberi saya banyak kesempatan untuk memamerkan produk saya, yang tidak biasa bagi saya karena memungkinkan orang untuk belajar tentang produk kami di sana,” kata Dewey.

LPEI diekspor secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM untuk mewujudkan impian para juara ekspor lainnya untuk mengglobalkan produk Indonesia sehingga dapat dikenal oleh masyarakat global.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *