Perjuangkan Rumahnya Yang Sedang Terkena Sengketa, Wanda Hamidah Sebut Terus Ikhtiar Maksimal

Laporan oleh jurnalis Mehmet Alifew

JAKARTA – Baru-baru ini, rumah aktris dan politikus Wanda Hamida dibongkar oleh aparat setempat di Sekini, Jakarta.

Penggusuran itu terkait sengketa tanah rumah Presiden MPN (PP) Pemuda Pancasila Gapto Swergosumarno dan Wanda Hamida.

Bagaimana kasusnya?

Berkaitan dengan hal tersebut, Wanda Hamidah menyampaikan bahwa dalam kehidupan seseorang, Tuhan akan selalu diuji.

“Selama kita manusia, kita masih hidup. Kita harus melalui banyak cobaan. Saat kita mati, cobaan selesai. . ).

Karena itu, Wanda hanya bisa melakukan upaya terkait konflik di tanah airnya.

Terkait hal itu, perempuan kelahiran 1977 itu juga merujuk pada sebuah ayat Alquran tentang kebenaran hakiki.

“Kita sebagai manusia harus berusaha, dan di atas itu kita memiliki tenaga penjualan. Kita percaya bahwa yang benar itu benar dan yang salah pasti salah,” kata Wanda Hamida.

Saat merasa usahanya sudah maksimal, Wanda mau tak mau harus mempercayakan nasib dirinya dan keluarganya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dia “Usaha itu penting. Setelah usaha selesai, usaha kita adalah yang terbaik dari apa yang kita yakini, karena eksperimen tidak pernah berhenti. Saat ini selesai, masih ada lagi, dan ini selesai, masih ada lagi.”

Sekadar diketahui, rumah Wanda Hamidah sudah beberapa kali digerebek mulai dari Satpol PP hingga ormas.

Pada Oktober 2022, Polisi Sadbol mendatangi rumah Wanda Hamida dan memintanya untuk mengosongkannya.

Pasalnya, rumah keluarga Wanda diklaim milik Japto Soerjosoemarno.

Wanda Hamida dan keluarganya menolak digusur.

Sehingga Gapto Suigosomarno melaporkan Wanda Hamida atas tuduhan pencemaran nama baik.

Sementara itu, paman Wanda Hamida, Hamid Hussein, telah ditetapkan sebagai tersangka perampasan tanah.

Sementara itu, Wanda menunggu keputusan pengadilan atas nasib rumah tersebut.

Dia juga mengajukan pengaduan ke Komnas Ham untuk mencari perlindungan hukum setelah penggusuran paksa.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *