Perbandingan Kasus Doni Salmanan Dengan Indra Kenz, Vonis Hukuman Hingga Jumlah Korban Dan Kerugian

Berikut empat contoh perbandingan kasus Doni Salmanan dan Indra Kanz.

Doni Salmanan dan Indra Kanz dianggap sebagai pelaku penipuan melalui aplikasi bisnis ilegal.

Doni Salmani dan Indra Kanz masing-masing divonis penjara dan denda.

Namun, hukuman penjara, denda dan jumlah korban berbeda untuk Doni Salmanman dan Indra Kanz.

Selain itu, sebagian Doni Salmani dan Indra Kanz dikembalikan kepada para korban dan sebagian lagi disita negara.

Perbandingan Kasus Doni Salmanan dan Indra Kanz

1. Penjara dan Denda

Doni Salmanan divonis 13 tahun penjara akibat kasus penipuan berkedok trading binary options Quotex.

“Hukuman fisik dikirim ke terdakwa Doni Muhammad Tawfiq, juga dikenal sebagai Doni Salmanan, untuk menghukumnya dengan pengurangan hukuman 13 tahun selama dia dalam tahanan. Dalam tahanan” Kantor Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum). , Ketut Sumedana, dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (16 November 2022).

Doni Salmanman didenda Rp 1 miliar setara dengan 12 bulan kurungan.

Ketut menambahkan, “Kami juga menjatuhkan hukuman penjara 12 bulan dan denda Rp 10 miliar kepada terdakwa Donnie Salmanan.”

Sedangkan Indra Keynes divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Ketua Mahkamah Agung Rahman Rajagokuk mengatakan dalam putusan tersebut bahwa “terdakwa Indra Kusuma alias Indra Keynes) divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar”.

2. Bukti

Sebanyak 98 barang bukti, mulai dari No. 33 hingga No. 131, dikembalikan kepada para korban melalui ‘Perhimpunan Korban Donisal Manan’.

“Bukti 1 sampai 32 masih dilampirkan pada berkas.”

“Barang bukti 33 sd 131 disita oleh Notaris H. Mouluddin Ahmed Toriana SH melalui Perkumpulan Korban Donny Selmanan berdasarkan Akta Perkumpulan No. 25 tanggal 20 Oktober 2022 untuk dikembalikan kepada korban secara proporsional. tuntutan ganti rugi. Kalah ” lanjut Ketut.

Sementara, ada barang bukti yang diajukan ke negara.

“Barang bukti 132-136 disita untuk kepentingan negara.”

Ketut menyimpulkan bahwa “sambil memenuhi ganti rugi atas kerugian korban, kami akan menyita harta rampasan untuk kepentingan negara jika harta rampasan itu berlebihan”.

Berbeda dengan Donnie, aset yang disita dalam kasus Indra tidak dikembalikan kepada korban.

Aset sudah diserahkan ke negara.

Majelis hakim memutuskan harta kekayaan yang disita dari Indra tidak berhak dibagikan kepada para korban.

Hakim Rahman Rajajokjuk mengutip Hakim Rahman Rajajokjuk yang mengatakan, “Ada bukti 227 sampai 288 (bukti barang dan harta benda yang disita dari Indra Kins) bahwa aset negara harus disita untuk kepentingan negara jika permainan judi tidak dilestarikan”. .

Abd al-Rahman mengatakan para korban sengaja terlibat dalam perdagangan gelap ini.

Hal ini juga menimbulkan korban yang diyakini telah menyadari kerugian dan akibat dari perilaku judi mereka.

Abdul Rahman berkata, “Pedagang di platform Binomo sedang berjudi.

3. Korban dan kerugian

Menurut Grid.ID yang tayang pada Maret 2022, jumlah korban penipuan Doni diperkirakan sekitar 25.000 orang.

Namun, pada saat penulisan, kami tidak memiliki jumlah korban terbaru.

Sementara menurut Kantor Berita Xinhua, diketahui jumlah korban tewas yang disebabkan oleh Indra Kinz sebanyak 144 orang dan kerugian mencapai Rp 83,36 miliar.

4. Aplikasi yang digunakan

Keduanya menggunakan aplikasi jual beli ilegal, namun aplikasi yang digunakan Doni Salmanan dan Indra Kanz berbeda.

Doni Salmanan diketahui melakukan penipuan dengan memperdagangkan opsi biner Quotex.

Sedangkan Indra Kenz menggunakan aplikasi jual beli ilegal Binomo.

(/Katarina Retri/ Dipta/ Naufal Lanten) (Grid.ID/Novia)

Berita lainnya terkait Donnie Salmanan dan Indra Kanz

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *