Mengaku Diperkosa Kapolsek Pinang, RD Ungkap Kronologi, Berawal Saat Lapor Kasus Penganiayaan

Laporan Reporter Fahmy Ramadan

JAKARTA – Seorang wanita berusia 31 tahun, RD, yang mengaku sebagai korban pelecehan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh Kapolres Penang Epto M. Tabrell, menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya.

Semuanya dimulai ketika t.

Tingkah laku Kapolres Penang Epto M Tabre disebut-sebut sudah mulai terlihat saat dirinya diinstruksikan untuk masuk ke dalam kantor yang bersangkutan.

Wanita itu mengatakan kepala polisi Penang mengaku berbicara kasar padanya saat dia berada di kamar Tabrel.

Saat itu, saya bertanya kepada polisi laporan seperti apa yang ingin mereka sampaikan.

RD mengatakan kepada wartawan di Polda Metro Jaya pada Selasa (15 November 2020) bahwa “Saya menjawab bahwa saya dianiaya dan diancam akan memposting foto dan video yang tidak pantas ketika ditanya tentang kejadian ini,” kata RD kepada wartawan. .

Dalam menyampaikan hal tersebut, RD mengatakan bahwa Iptu Tapril telah meminta RD untuk menunjukkan foto dan video yang dia maksud.

Tanpa foto dan video, RD tidak bisa memberikan apa yang diminta Iptu Tapril.

Alih-alih memberikan pelayanan yang baik, dia malah dipanggil RD, dan Tavril mengaku tidak percaya dengan tip yang dia berikan karena tidak bisa melihat foto dan videonya.

RD menggemakan Iptu Tapril dan berkata “”Terus katakan ‘Aku tidak percaya padamu””.

Kemudian saya menelepon Tabrel dan menanyakan usia RD.

Tetapi ketika RD memberi tahu dia berapa usianya, Tapril memberikan jawaban yang tampaknya kasar.

RD menirukan jawaban Taffril, mengatakan, “Saat ditanya berapa umurmu.

Tidak berhenti di situ, Tarrell membuat pernyataan tak terduga lainnya.

RD mengaku kaget saat Taffril menanyakan hal pribadi kepada RD.

“Pertanyaan lanjutan” RD bertanya pada Tarrell. “Apakah Anda menyusui?” “Mengapa Anda menanyakan itu”.

“Oke, tidak apa-apa,” kata Taprell, menirukan RD.

RD melanjutkan dengan mengatakan bahwa Tabril pun ingin mengajukan pertanyaan yang menurutnya tidak wajar saat itu.

Pada saat itu, Taprell menerima telepon dari RD dan mengajukan pertanyaan yang mengarah pada penghinaan diri sebagai seorang wanita.

R menjawab.

Dia diundang ke sebuah hotel dan menginginkannya secara paksa

Usai laporan pertama, RD kembali bertemu dengan Iptu Tapril di Polres Penang pada 17 Juli 2022.

Saat itu, RD kembali diundang ke kamar pribadi Yiptu Tafric di Polsek dan diminta menyimpan nomor WhatsApp Kapolres (Fama).

Singkat cerita, usai rapat pada 17 Juli, Iptu Tapril RD mengajak kami makan di luar pada Sabtu (18 November 2022).

Awalnya, muncul kecurigaan bahwa anjuran makan Iptutapril itu disampaikan saat membahas kasus yang dia laporkan beberapa waktu lalu.

“Saya hanya mencoba untuk berbicara tentang kejadian itu, tetapi saya tidak tahu bahwa dia (Epto Tabrell) datang menjemput saya dan dia langsung dibawa ke hotel. Saya sebenarnya memberontak dan dia berkata ‘Saya aman dengan seseorang yang Anda kenal’ “Siapa saya,” kata RD tentang pertemuan itu.

RD tiba di tempat parkir hotel dan berbicara dengan Tapril karena RD yang masih di dalam mobil menolak ajakan tersebut. Penolakan memakan waktu sekitar 10 menit.

Merasa bahwa Taprell tidak menerima penolakannya, RD terpaksa menyetujui ajakan petugas untuk naik ke atas di hotel.

Sesampainya di depan kamar hotel, RD mengaku tidak ingin langsung masuk kamar.

Namun saat itu, Taprell memaksa RD untuk mendorongnya ke kamar hotelnya.

Menjelaskan undangan Tabrel, RD mengatakan, “Memalukan karena ketika Anda masuk, resepsionis yang mengurusnya.”

Sesampainya di kamar hotelnya, RD mengaku langsung dipaksa berhubungan badan.

Dia berkata, “Saya pergi tidur dengannya dan dia mengangkat pakaian saya. Saya menutupinya sampai dia (memperkosa) saya. Saya tidak melepas pakaian saya dan dia hanya membuka setengah tubuhnya.”

Ia ingin melaporkannya ke Polsek Tangerang tapi diancam.

Pada Senin setelah kecelakaan (20 Juli 2022), RD sebenarnya ingin melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangerang.

Namun sebelumnya, RD sudah mendapatkan ancaman dan ancaman melalui telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai asisten Iptu Tapril.

RD mengatakan, “Sekretaris ini sangat mengejutkan sehingga orang mengira saya terkejut karena saya ingin melaporkan pelecehan, tetapi saya gugup untuk melaporkannya,” kata RD.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *