Majelis Rakyat Papua Barat Kirim 7 Nama Ke Mendagri, Minta Pj Gubernur Diisi Orang Asli Papua

Laporan wartawan Danang Triatmogo

JAKARTA – Kongres Rakyat Papua Barat (MRPB) mendorong Orang Asli Papua Barat menduduki dua jabatan strategis di Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya: Pj Gubernur (Pj) dan Menteri Daerah (Sekda).

Sedikitnya tujuh putra-putri Papua Barat telah ditunjuk oleh MRPB untuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Usulan nama Pj Gubernur tertuang dalam surat tertanggal 18 November 2022 bernomor 007/1814/MRPB/XI/2022 ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri.

Ini termasuk Agustinus Fatim, Andy Asmaroff, Merry Sagrim, Frenkie Calex Mogori, Lazarus Endo, Anthony Ayurbaba dan Jacob Silvinus Funataba.

MRPB menyebut para nominator memiliki kompetensi, integritas dan pengalaman dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kami juga meminta agar Penjabat Gubernur Papua Barat Daya yang ditunjuk juga berasal dari orang asli Papua,” kata Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahore dalam pesan resmi, Selasa (29 November 2022).

MRPB berharap dapat mengirimkan usulan partai kepada Presiden Joko Widodo untuk menunjuk seseorang sebagai Plt Gubernur Papua Barat Daya.

Peter Ill, Sekjen Keluarga Alumni Universitas Cendrawasih Papua, menyatakan setuju mengisi jabatan Plt Presiden dan Sekda Papua Barat Daya dengan orang asli Papua.

“Ini memang harus demikian. Untuk menjadi Gubernur dan Plt Menteri Provinsi Papua Barat Daya harus diutamakan orang asli Papua,” kata Peter Ele sesaat setelah dikonfirmasi.

Antonius Ayurababa, Direktur Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua, telah membuktikan rekam jejaknya dan dianggap sebagai orang yang tepat untuk menjabat sebagai Plt Administrator di Papua Barat Daya. Ia juga sebelumnya menjabat sebagai Kanwil Hukum dan HAM Papua Barat.

Menurutnya, respon tersebut tidak menjadi masalah karena Antoninus punya catatan bagus.

“Tidak masalah. Dia memiliki rekam jejak yang baik dan selama ini kepemimpinannya sangat baik dengan pelayanan penuh kepada masyarakat dan posisinya bisa dipertimbangkan. Kami hanya setuju dan berdoa,” pungkas Peter Ell.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *