Kuasa Hukum Japto Sebut Paman Wanda Hamidah Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan

Wartawan Abdi Randa Shakti melaporkan.

JAKARTA – Hamid Hussain, paman politisi Partai Golkar Wanda Hamida, dituding menjarah tanah.

Tohom Purba, tim hukum Japto Soerjosoemarno, membuat pernyataan itu pada Selasa (15 November 2022) setelah menerima pemberitahuan perkembangan penyelidikan (SP2HP).

“Hari ini kami menerima pesan bahwa saudara laki-laki Hamid Hussain telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Tuhom kepada wartawan di Bulda Metro Jaya Jakarta, Selasa (15 November 2022).

Saat mengidentifikasi tersangka, Tuhum mengatakan bahwa pernyataan Wanda Hamida tentang pemilik rumah di Myenteng Sekini J Chasem 2, Jakarta Pusat bukan milik kliennya dan membantah tudingan tersebut.

“Di sini ternyata kita buktikan bahwa barang itu milik Pak Gapto Swergosumarno,” ujarnya.

Maka Tohom meminta Wanda Hamida dan keluarganya untuk keluar rumah tanpa syarat.

Ia melanjutkan, “Anda bisa mengetahui kebenarannya hanya dengan melihat pernyataan adik perempuan Wanda, Hamida, bahwa sebuah ormas menguasai mafia.”

Selain itu, Tuhum mengklaim bahwa Wanda Hamida sendiri telah diberi tahu ke Barskream Poly karena pencemaran nama baik.

Sementara itu, Pol Endra Zulpan, Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombes, belum menanggapi pesan apakah keputusan tersangka itu benar hingga artikel ini diterbitkan.

Sebelumnya, Wanda Hamida dikabarkan mengadukan sengketa rumah keluarganya di Menteng Sekini Jalan Sitanduy No 2, Jakarta Pusat. Ajukan pengaduan ke Badan Reserse Kriminal Badan Kepolisian Nasional.

Awalnya, Wanda menjelaskan, rumah yang kini sedang dieksekusi untuk dikosongkan itu sudah digunakan sejak 1962. Namun, tiba-tiba Wanda terkejut melihat sertifikat tanah yang diterbitkan dengan Surat Izin Penggunaan Tanah (SHGB) atas nama Yapto Suryo Sumarno.

Sementara itu, Yapto dikenal sebagai Ketua Majelis Pemuda Pancasila untuk Pimpinan Nasional (MPN-PP) Japto Soerjosoemarno.

Wanda dari Bareskrim Jakarta Selatan mengatakan, “Hamid Hussain menerima SHGB No. 1000 Cikini dan SHGB No. Ternyata 1001 Cikini diterbitkan atas nama Yapto Suryo Sumarno.” , 15 November 2022.

Wanda memiliki dua SHGB yang dirilis di alamat yang berbeda, yaitu Jalan Ciasim No. Saya mengatakan itu aneh berada di 2. Akibatnya, keluarganya tidak dapat melanjutkan proses pengurusan sertifikat tanah dan bangunan tempat tinggal keluarganya. selama beberapa dekade.

“Park Hamid Hussein tidak dapat melanjutkan proses penerbitan sertifikat atas tanah dan bangunan yang sudah puluhan tahun ditinggali dan didiami oleh keluarga Hamid Hussein dan keluarga besarnya,” jelasnya.

Wanda mengatakan pihaknya telah mengajukan pengaduan masyarakat kepada Bareskrrim Polri atas nama Yapto Suryo Sumarno atas dugaan SHGB Edisi 1000 Cikini dan SHGB Edisi 1001 Cikini.

“Keluarga besar kami Pak Hamid Hussein sudah datang untuk memberikan klarifikasi dan bukti kepada penyidik,” kata Wanda.

Selain itu, Wanda juga mengaku salah satu pihak adalah Yapto Suryo Sumarno dan pihak lain yang mengaku sebagai pemilik gedung dan beralamat di Jalan Sentandoy No. 2, Sekini menambahkan, pihaknya telah mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap para pihak yang mengaku berada di Jakarta Pusat.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat v. Yapto S Suryo Sumarno Saudara dan Jalan Citanduing, No. 2 Pihak lain yang mengaku sebagai pemilik gedung yang berlokasi di Cikini.

Telah dilakukan laporan penerbitan SHGB dengan Pemohon Yapto S Suryo Sumarno kepada Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma dengan No Perkara 383/G/2022/PTUN tertanggal 27 Oktober 2022.

“Keluarga saya, Bapak Hamid Hussain, mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 4 November 2002 terhadap Bapak Yapto Suryo Sumarno dan pihak lain yang mengaku sebagai pemilik gedung dan alamatnya di Jalan Sitando. Jikini nomor dua,” kata Wanda.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *