Kuasa Hukum Dito Mahendra Sebut Dakwaan Jaksa Ke Nikita Mirzani Sudah Tepat

Laporan oleh jurnalis Fawzi Al-Masih

JAKARTA – Nikita Mirzani menjalani sidang pertamanya pada Senin (14 November 2022) di Pengadilan Negeri Serang terkait kasus pencemaran nama baik dan pencemaran nama baik terhadap Ditto Mahendra.

Namun, kejaksaan membuat Nikita dan pengacaranya Fahmi Pachmid kecewa dengan total kerugian yang dialami Ditto Mahendra sebesar Rp 17,5 juta.

Pengacara Ditto Mahendra, Yaphet Resi, kemudian mengatakan dakwaan ditujukan kepada janda tiga anak itu.

Meski demikian, Yaphet menilai seluruh kronologis hingga penangkapan Nikita dibacakan secara detail oleh jaksa di persidangan.

“Jaksa telah mengeluarkan dakwaan yang komprehensif, komprehensif dan mudah dipahami, dan kronologi mengalir dengan baik dari publikasi awal hingga pasal yang didakwakan,” kata Yafet dalam pertemuan itu. Dia. Distrik Senopati Jakarta Selatan, Kamis (17 November 2022).

Menurut Yaft, tudingan itu benar dan jaksa tidak salah menyalahkan Nikita Mirzani.

“Jadi tidak ada alasan mengapa hal-hal menjadi tidak masuk akal. Dakwaan yang diajukan oleh jaksa tidak jelas dan tidak lengkap,” kata Yaffet.

“Kami sudah membaca dan memastikan dakwaan yang diajukan JPU itu benar dan kami yakin JPU yang menangani kasus Nikita Mirzani adalah JPU yang profesional dan sangat paham dengan kasus tersebut. Lakukan agar jaksa bisa membuktikannya dengan mudah.”

Nikita Mirzani diketahui dijerat beberapa pasal, seperti pasal 36 jo pasal 27(3) jo pasal 51(2) UU ITE, dan pasal 27(3) pasal 2. ) sehubungan dengan pasal ketiga 311 KUHP, Pasal 45(3) UU ITE.

Selain itu, dalam surat dakwaan yang dibacakan Kejaksaan (JPU), Nikita Mirzani kecewa karena Ditto Mahendra mengalami kerugian setelah bertabrakan dengannya sebesar Rp 17,5 juta.

Terkait hal itu, Nikita berencana mengajukan nota keberatan atau eksepsi pada 28 November 2022 melalui pengacara Fahmi Vashmid.

Fahmy menambahkan akan menyampaikan beberapa poin penting yang menurutnya pihaknya tidak setuju dengan tuntutan terhadap kliennya.

Namun, belakangan Fahmy enggan membeberkan pengecualiannya tersebut.

Fahmi Bachmid berkata lagi: “Saya akan menjelaskan pengecualian yang paling penting satu per satu, tetapi saya tidak akan menjelaskannya di sini untuk saat ini.”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *