Keluarga Korban Mutilasi Nduga Ingin Bertemu Panglima TNI Sebelum Masuk Pensiun

JAKARTA – Keluarga korban amputasi suku Nduga Papua berpendapat sikap konsisten Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk mengupayakan hukuman maksimal bagi pelaku yang tergabung dalam Kostrad adalah: Suatu bentuk kewajiban panglima untuk menghormati hukum.

Keluarga meminta agar janji ini menjadi hadiah yang bagus untuk diberikan oleh Panglima TNI kepada keluarga korban sebelum pensiun.

“Pertama-tama, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Panglima Besar atas sikap tegasnya dalam memastikan para pelaku dihukum seberat-beratnya dan persidangan berjalan dengan rasa keadilan.”

“Saya akan terus menagih ini sebelum dia segera pensiun,” kata Aptoro Rockberry, perwakilan keluarga korban, kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

Untuk itu, pihak keluarga berharap bisa bertemu langsung dengan KSAD dan mendapatkan informasi lengkap berdasarkan fakta di lapangan.

“Dengan senang hati, keluarga korban sangat ingin bertemu dengan Panglima TNI. Informasi berimbang terkait proses hukum 6 TNI tersebut,” ujar Aptoro.

Ia menilai para Panglima TNI memiliki komitmen penegakan hukum serta memiliki pengetahuan hukum yang baik.

“Artinya, kami memiliki keyakinan yang tulus bahwa hukuman bagi pelaku harus sangat berat. Dan apa yang dia katakan kepada pers beberapa hari yang lalu bukan hanya memenuhi tuntutan pensiun, tetapi komitmen TNI sebagai institusi,” katanya.

Pihak keluarga tak ingin mutilasi Nduga semakin populer.

Keluarga yang berduka secara khusus meminta kepada TNI untuk menunjukkan rincian dakwaan dan jenis hukuman berat yang dijatuhkan kepada pelaku.

“Sangat penting untuk dikomunikasikan bahwa tidak ada upaya lebih lanjut untuk mengaburkan kasus ini atau melanjutkannya untuk kepentingan kelompok tertentu, dan tidak ada upaya lebih lanjut untuk mengesampingkan keadilan bagi para korban dan keluarganya yang menginginkan para pelaku. TSI dan pelaku sipil harus diadili di pengadilan terbuka,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *