Jelang Tahun Politik, Haris Azhar Sebut Parpol Bisa Dibeli: Bisa Dukung Atau Jegal Calon Lainnya

Laporan pers, Rahmat kami membacanya

JAKARTA – Aktivis HAM Haris Azhar mengatakan partai politik bisa dibeli.

Mantan Koordinator Komite Korban Hilang dan Kekerasan (KontraS) itu mengatakan, pemberian grasi kepada partai tidak hanya akan mendukung satu calon, tapi juga menghambat calon lain untuk mencalonkan diri.

Bagaimana istana yang disebut parpol bisa disuap dengan gosip atau fakta, kata seorang pengawal dalam debat ngopi. Jakarta Pusat, Minggu (20 November 2022).

Kemudian penjaga mengatakan dia bisa membelinya dengan uang itu. Ia pun mengungkapkan adanya kisah-kisah tersebut.

“Beli buat apa? Bisa dapat uang. Banyak omongan. Susah kalau fakta resmi legal. Kalau soal uang, uang enggak bisa lihat. Tapi ada cerita,” lanjutnya.

Harris juga mengungkapkan bahwa dia menukar uang. Ada pepatah yang mengatakan bahwa partai politik hidup dengan posisinya di bidang ekonomi.

Dia berkata, “Partai politik bisa disuap lewat apa… Itu bisa berupa pembagian jabatan lintas daerah dan lintas sektor ekonomi dan industri.”

Haris kemudian menjelaskan bagaimana partai politik bisa dibeli, misalnya melalui posisinya, untuk membuat daftar.

“Ada kelompok perdagangan, bisnis, dan industri, ada yang berkembang dan bisa dengan mudah membentuk partai politik atau bergabung dengan partai politik,” katanya.

Tidak hanya itu, saling berpegang pada posisi juga dapat mempengaruhi apakah suatu partai politik dapat membeli hak kelembagaan.”

“Sungguh ironis bahwa negosiasi politik datang dari kamar gelap yang tidak diketahui publik,” pungkas Harris.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *