Jelang Pilpres 2024, Haris Azhar Ungkap Parpol Bisa Dibeli

Laporan oleh wartawan Versianus Waco

JAKARTA – Aktivis HAM Haris Azhar menyebut partai politik (parpol) bisa dibeli oleh negara-negara kuat.

Selain itu, partai politik untuk mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden harus memenuhi batas pencalonan 20 persen untuk pemilihan presiden.

Menurutnya, fenomena jual beli parpol tidak terbatas pada pencalonan perseorangan, melainkan parpol memastikan tidak ada yang mencalonkan diri.

“Parpol bisa disuap lewat apa? Bisa untuk membagi posisi lintas daerah, ekonomi, dan sektor industri,” kata Haris dalam diskusi yang digelar di Lembaga Penelitian KOPI, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/). 2022).

Haris kemudian menjelaskan bagaimana partai politik bisa dibeli, misalnya melalui posisinya, untuk membuat daftar.

“Ada kelompok perdagangan, bisnis, dan industri, ada yang perlu dikembangkan dan dipromosikan di partai politik atau bergabung dengan partai politik,” katanya.

Tidak hanya itu, saling berpegang pada posisi juga dapat mempengaruhi apakah suatu partai politik dapat membeli hak kelembagaan.”

“Sungguh ironis bahwa ada negosiasi politik yang akan muncul dari ruang gelap di mana publik tidak akan tahu tentang apa itu,” kata Harris.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *