Headline: Banjir Pujian Penyelenggaraan KTT G20 Dan Kepresidenan G20 Presiden Joko Widodo, Untung Bagi Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta Kehebohan KTT G20 yang diselenggarakan pemerintah Indonesia sudah mencapai puncaknya. Hampir semua kepala negara hadir di Bali.

Pintu ditutup dan estafet diserahkan kepada pemerintah India, namun pujian para tamu negara yang hadir dalam jamuan makan malam Indonesia tak terelakkan.

Baca juga

Misalnya, salah satunya datang dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach saat menghadiri jamuan makan siang di Bamboo Dome di The Apurva Kempinski di Nusa Dua, Bali. Dia mengatakan tema KTT G20 sejalan dengan logo baru IOC yang jelas mencerminkan semangat Olimpiade.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas perannya sebagai ketua G20. Keduanya bertemu pada Senin, 14 September 2022 di Hotel Apurva Kempinski.

Bahkan, saat Presiden AS Joe Biden tiba di Hotel Apurva Kempinski, tempat berlangsungnya KTT G20, dan menyapa Presiden Jokowi, dia mengangkat tangan kanan setinggi dahi sebagai tanda hormat.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dalam akun Instagram pribadinya @albomp, menggambarkan Indonesia sebagai sahabat yang memiliki pandangan yang sama tentang perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Pemerintah Rusia juga memberikan penghargaan kepada Indonesia, presidensi G20, karena telah menyampaikan pesan terpadu melalui Kementerian Luar Negeri.

Tak hanya pejabat negara, Sekjen PBB Antonio Guterres juga memuji kepemimpinan Indonesia di G20.

Menurut Guterres, Indonesia yang berada di garis depan ketegangan geopolitik yang memicu gejolak ekonomi, berhasil mendorong dialog di antara negara-negara G20.

“Saya mengagumi apa yang telah dilakukan Indonesia sebagai presiden G20 di bawah Presiden Joko Widodo,” kata Guterres.

Menurut Hikmahanto Joanna, Guru Besar Hukum Internasional UI, KTT G20 berlangsung sukses. Ada banyak tanda, dengan hampir semua kepala negara dan pemerintahan hadir.

Ia mengatakan kepada Liputan6.com pada Rabu, 16 November 2022 (16 November 2022) “Sejauh implementasi keamanan dikendalikan, berbagai program pada tiga pilar tema yang telah digarap Indonesia selama setahun telah berhasil disepakati. .

Selain itu, di saat perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung, keinginan dan upaya Presiden Joko Widodo untuk mengakhirinya sangat diapresiasi dunia.

“Tidak ada negara yang kehilangan muka dalam mendeklarasikan pemimpin,” kata Hikmhanto.

Dalam dokumen deklarasi puncak yang diterima Liputan6.com, terdapat 52 butir yang dijabarkan sebagai hasil akhir KTT G20 Bali 2022.

Beberapa dari mereka mengutip komitmen untuk mengadopsi praktik dan teknologi inovatif, seperti transformasi digital sistem pangan dan pertanian, dan panggilan ke Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Bank Dunia untuk hasil pemetaan kerawanan pangan.

Secara terpisah, lanjut Hekhanto, KTT G-20 bukanlah forum penyelesaian masalah politik, meski merujuk pada perang Rusia-Ukraina.

Namun, dia menjelaskan, “Diakui bahwa masalah keamanan berdampak signifikan terhadap ekonomi global.”

Pada saat yang sama, Beni Sukadis, Senior Research Fellow di Marapi Consulting and Consulting Company, percaya bahwa keberhasilan atau kegagalan tergantung pada apakah Indonesia dan negara lain mengimplementasikan hasil KTT G20.

“Perlu digarisbawahi secara khusus bahwa KTT G20 merupakan forum tahunan yang diadakan oleh negara-negara yang termasuk ekonomi terbesar dalam hal PDB. ujarnya kepada Liputan6.com, Rabu (16/11/2022).

Ia menekankan perlunya melihat kesepakatan bilateral yang dapat dicapai atau dicapai antar negara G20 pada pertemuan di luar Forum G20. Seperti pertemuan antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam perjanjian kemitraan strategis bilateral.

“Indonesia jika Indonesia menerima bantuan teknis dan/atau hibah untuk isu-isu seperti perubahan iklim, pengurangan emisi, peningkatan kapasitas kelembagaan, konektivitas digital, dll.

Jadi sukses dan gagal itu sangat relatif. Sekali lagi, masih harus dilihat apakah perjanjian bilateral itu benar-benar menguntungkan Indonesia.

“Jadi sukses itu relatif, karena harus melihat lebih dekat,” jelasnya.

efek yang baik dapat dilihat

Sementara itu, anggota Komite Pertama Republik Demokratik Kongo, T.

“Perjanjian bilateral yang ditandatangani pemerintah Indonesia dengan negara-negara tersebut merupakan capaian yang baik dan menurut saya bidang kerjasama tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun yang terpenting adalah bagaimana ~ 2022) “Pelaksanaan perjanjian tersebut adalah dilakukan di tempat oleh kementerian terkait akan”.

Ia menambahkan, salah satu kekuatan Indonesia adalah penguatan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang.

“Dalam konteks bilateral, ini merupakan pencapaian Indonesia karena Indonesia telah memperkuat hubungan bilateral dengan negara lain. Namun karena Forum G20 merupakan forum multilateral, maka ukuran pencapaiannya adalah kesepakatan bersama para anggota G20. Dan ini adalah potensi energi dan Terkait dengan aksi bersama negara-negara G20 untuk memprediksi dampak krisis pangan.

Sementara itu, Bobby Rizaldi, anggota Panitia I Kongres Rakyat, mengatakan pujian negara lain bukan soal substansi, tapi hanya dalam praktik.

“Artinya negara ketua G20 Indonesia telah berhasil dalam semua isu praktis, termasuk isu-isu nonobjektif seperti organisasi, keamanan, dan kenyamanan, serta mencapai kesepakatan yang akan diupayakan dengan sungguh-sungguh pada G20 berikutnya, dengan tetap melanjutkan kesepakatan-kesepakatan sebelumnya. ,” dia berkata. dia berkata.

Namun, kata Bobby, pujian itu pasti membantu Indonesia dan Indonesia akan diakui di dunia.

“Keuntungannya adalah kepemimpinan Indonesia diakui oleh anggota G20 yang mewakili negara-negara besar dunia yang menguasai 65% pasar dunia, sehingga Indonesia akan terus mengambil keputusan kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan seluruh negara multilateral. ” .

KTT atau KTT G20 berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali hingga 8,1% year-over-year pada kuartal III 2022.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sandiaga Salahuddin Ono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Direktur Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Minparkraf/Kappaparkraf).

“Ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 3,05%,” kata Sandiaja dalam konferensi pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang digelar di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Rabu (16 November 2022). ).

Sandiaga mengatakan, jumlah penerbangan internasional dari dan ke Bali juga meningkat seiring dengan digelarnya KTT G20 di sana. Sejak saat itu, jumlah delegasi anggota dan tamu yang diundang ke ajang bergengsi ini semakin meningkat.

“Frekuensi penerbangan internasional ke Bali dan destinasi lainnya di Indonesia juga akan meningkat,” kata Sandiaga.

Sandiaza mengatakan pihaknya akan berupaya meningkatkan penerbangan internasional ke Indonesia untuk meningkatkan sektor barikraf pasca KTT G20. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah melakukan berbagai kegiatan promosi seperti digitalisasi dan penyiapan berbagai produk wisata baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satunya adalah kapal pesiar atau cruise.

Berbagai destinasi di Bali dan tempat lain akan kami gabungkan dengan paket cruise,” kata Sandiaga.

Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi Bali akan berlanjut menuju pemulihan yang kuat pada kuartal IV 2022 berkat KTT G20.

Dia berkata, “Saya berharap KTT G20 akan menjadi puncak pertumbuhan ekonomi Bali,” dan “Pada saat yang sama, liburan akhir tahun dan Tahun Baru akan menghidupkan kembali ekonomi Bali dan menciptakan lapangan kerja yang baik.”

KTT B20 Indonesia 2022, rangkaian acara dari KTT G20, berhasil mengeluarkan pernyataan yang menekankan inovasi, inklusi, dan kerja sama untuk menyelamatkan dunia dari berbagai ancaman krisis.

Dokumen tersebut berisi 25 rekomendasi kebijakan dan 68 aksi kebijakan yang akan disampaikan Presiden Jokowi kepada para pemimpin negara G20 pada pertemuan tingkat tinggi atau KTT G20 2022.

Wakil Presiden Kadin Indonesia Benny Sotrisno optimis Pernyataan G20 bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan dunia dari krisis, asalkan semua anggota G20 fokus pada aksi bersama yang konkret.

Benny mengatakan kepada Liputan6.com, Selasa (15/11/2022), “Saya yakin selama semua anggota G20 menulis hasil manifesto, kita bisa membatasi krisis yang akan muncul di tahun 2023.” .

Presiden Asosiasi Pengusaha Indonesia untuk Perdagangan (Abindu) itu juga menyadari anggota G20 menyatakan dirinya masih timpang kekuasaan. Hal ini dikarenakan ada yang memiliki pendapatan perkapita tinggi dan ada pula yang masih rendah.

Namun dia yakin, hasil pernyataan G20 yang ditindaklanjuti pada KTT G20 di Bali bisa menjadi obat untuk meredakan krisis.

“Skala kaya dan miskin memang berbeda, tapi selama ada kesepahaman dan mufakat akhir, kita bisa menghasilkan yang terbaik,” kata Benny.

Benny mengatakan dirinya dan pengusaha lainnya berharap Jokowi bisa mewakili akar permasalahan krisis ekonomi global saat ini, konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang telah menimbulkan krisis pangan dan krisis energi.

Dia memohon, “Perang harus dihentikan dan suplai makanan dan bahan bakar harus lancar.”

Menurutnya, seluruh anggota G20 harus saling bekerja sama tanpa berpikir panjang tentang proses implementasinya. “Kita harus saling membantu. Semangatnya inklusif dan kolaboratif,” kata Penny.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *