Donny Kesuma Salut Dengan Prestasi Kombes Syahrial M. Said Di Arena Sofbol

JAKARTA – Minggu 11 Juni 2022 (11 Juni 2022) Perwira Polri Kombes Syahrial M. Said merupakan salah satu anggota Tim Softball Cobra Indonesia yang menjuarai East Asian Softball Masters 2022 di Singapura.

Pada PON Papua 2021, Kombes Syahrial juga diberikan keistimewaan menjadi Manajer Tim Softball Putra DKI, prestasi timnya adalah medali perak.

Kombes Syahrial tidak hanya berbagi hobi softball sejak remaja, tetapi juga menorehkan prestasi yang mengesankan dalam olahraga softball.

Aku tidak bercanda. Karyanya kini diakui secara nasional dan internasional. Hal ini merupakan pencapaian yang diharapkan dapat meningkatkan citra baik instansi kepolisian.

Combs Saharial M Saeed mengatakan kepada wartawan “Alhamdulillah atas doa dan dukungan dari semua pihak. Kami telah menang dua kali melawan lawan di Malaysia, Thailand, Jepang, Singapura, Hong Kong dan Brunei Darussalam dan masih belum terkalahkan.” Di Greyhound Café di Kecamatan Gunawarman. , Jakarta Selatan, Senin (14 November 2022).

Apalagi, pria bergelar Komisaris Polisi Nasional (Kombes) itu menjelaskan, itu merupakan prestasi yang dinantikannya dalam keadaan kosong selama dua tahun akibat Corona 19.

“Dari babak semifinal, tim Cobra Indonesia memenangkan kompetisi melawan tim Brunei Darussalam. Dan di final, kami juga memenangkan kompetisi dengan tim Brunei Darussalam, dan kami menang.

Menurut Kombes Syahrial, tim Cobra terdiri dari mantan pemain lokal yang dipanggil untuk memperkuat tim Masters, yang tergolong berusia minimal 40 tahun.

“Ini adalah tim sembilan. “Karena usia kami, kami memiliki pemain cadangan dan rentan terhadap cedera,” katanya.

Kombes Syahrial mengaku terus berlatih bersama Donnie Kisuma.

“Saya ikut seleksi dan terus ikut seleksi, lalu saya terpilih lagi. Saya ikut tim karena mungkin sudah memenuhi persyaratan”.

Setiap kali ikut seleksi, Kombes Syahrial meminta surat pengangkatan dari komando polisi. Jika dia bergabung, dia akan berangkat kerja polisi yang tidak mengganggu jadwal latihan akhir pekannya.

“Melatih kepemimpinan dalam politik. Sebagai aturan, komando polisi memberikan dukungan penuh kepada polisi selain tugas negara.”

Sementara itu, Donnie Kisuma mengatakan Cobra Indonesia belum menjadi klub, namun masih berupa komunitas.

“Kami memilih pemain dari setiap wilayah yang memiliki potensi terbaik di bidangnya. Backcombs Syahrial adalah salah satu pemain dengan kemampuan yang berguna dan posisi serba bisa dan itulah yang dibutuhkan tim.”

Pria kelahiran Bandung 6 Juni 1968 ini mengaku tinggal di Surrealis Combs.

Ia mengatakan, “Dari segi kepolisian, ia tetap menjalankan tugasnya kepada negara, dan dari segi hobi, ia tidak hanya menyebarkan hobinya, tetapi mencapai hasil, dan prestasinya bersifat universal.”

Kali ini, Donnie mengaku tidak bermain selama tiga tahun pasca Corona 19.

“Saya tidak bermain dan saya sudah bertanggung jawab. Sekarang saya ingin pulih. Insya Allah saya bisa bermain lagi tahun depan. Aktor, presenter dan politisi yang memulai karirnya sebagai pemain softball di olahraga itu menekankan: Pemain kami ., Persiapan untuk menang adalah jangka panjang, bukan sekali atau dua kali.

Menurut Donnie, penampilan Cobra tahun ini cukup luar biasa, terutama karena mereka memiliki begitu banyak pemain baru. Persiapan kami tidak sempurna, tetapi itu sangat lama, sekitar enam bulan, tetapi harus ada pelatihan satu hari setiap minggu.

“Karena kita semua rata-rata senior, kita punya batasan sendiri-sendiri dimana kita perlu menambah latihan sendiri, baik secara fisik maupun teknis, seperti Pak Kombes Syahrial yang mau menambah latihannya,” jelasnya.

Donny mengatakan Cobra adalah komunitas, bukan klub, karena orang sudah memiliki visi sendiri untuk olahraga itu sendiri.

Jadi, kita bisa mengisi kekosongan dengan jadwal pelatihan di luar negeri saja, dan kita bisa mengisi kekosongan itu saat kita berlatih bersama.”

Donnie berharap untuk masa depan dan ingin mempertahankan pemain berkualitas, tetapi dia tidak menutup kemungkinan pemain baru. Master adalah pemain yang berusia di atas 40 tahun.

“Jadi, pemain yang berusia 40 tahun mencari pemain yang bagus, atau setidaknya memiliki kecintaan pada olahraga ini. Mereka tidak hanya melakukannya dengan baik atau mencapai hal-hal besar, tetapi perasaan cinta adalah yang paling penting bagi mereka. . Anda tahu bahwa Tuan He menyukai olahraga. Ini akan berkembang seperti Kombes Syahrial. Itu adalah cinta yang lebih besar daripada bakat atau kecerdikan individu mana pun. Karena cinta bisa terus tumbuh menjadi yang terbaik,” pungkas Donnie Kisuma optimis.

Sementara itu, pelatih Boike Johan aktif mendukung tim softball Cobra Indonesia yang akan berlaga di East Asia Softball Masters 2022.

“Terima kasih Tuhan. Tim Cobra Indonesia menang,” candanya.

Sebagai bentuk dukungan, Boyke juga menggalang beberapa perusahaan untuk menjadi sponsor Team Kobra Indonesia, antara lain Bank Sahabat Sampoerna dan Timur Bahari.

“Saya sangat berterima kasih kepada tim Cobra Indonesia yang telah membuat Indonesia bangga di kompetisi olahraga internasional. Bahkan anggota Polri yang dibanggakan pun sudah bisa mencapainya,” jelas Boeke Djohan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *