Menarik untuk dibaca

Kabar Terkini Pengemis yang Sering Ludahi Pengendara di Brebes



Seorang pria pengemis berinisial D (69) dilaporkan sering meludahi pengendara yang tak mau memberinya uang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Polisi mengungkap pengemis yang sudah beberapa kali diamankan aparat itu kini sudah dibawa oleh keluarganya ke Cilacap untuk berobat.

"Dibawa keluarga dari Cilacap untuk diobati disana. Dibawa Sabtu siang kemarin dan sempat pamitan ke Polsek," ujar Kapolsek Kersana, Iptu Suratman, saat dihubungi wartawan, Senin (29/3/2021)


Suratman menjelaskan D rencananya akan menjalani pengobatan tradisional di Cilacap, tapi tak diketahui lebih detail tentang pengobatan tersebut. Dia meminta warga di Brebes khususnya pengendara yang melintas di perempatan Kersana tak lagi resah.


"Sekarang warga tidak perlu takut diludahi sama pengemis kalau melewati perempatan Kersana," katanya.


Aksi D di perempatan Kersana, Brebes, sebelumnya juga sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi 10 detik itu, tampak satu unit mobil putih berhenti di lampu merah dan didatangi seorang pengemis yang menengadahkan tangan.


Pengendara mobil memberi isyarat dengan tangannya jika tak memberi uang. Namun, si pengemis tiba-tiba menggedor kaca mobil dan memaksa meminta uang.


Pemobil itu tidak merespons ulah pengemis itu. Namun pengemis tersebut lalu meludah dan mengenai kaca mobil. Dia lalu berjalan menjauhi mobil sembari melontarkan umpatan.


Salah seorang warga setempat, Zeni Dharma (42), mengaku lebih dari sekali menjadi korban pengemis tersebut. Saat tidak diberi uang, pengemis itu kerap meludahi pengendara sembari melontarkan umpatan kasar.


"Dua kali pernah diludahi pas berhenti di lampu merah. Sudah memberi isyarat ke dia karena saya tidak bawa uang receh. Eh dia maksa dan gedor-gedor pintu terus meludahi," kata Zeni kepada wartawan saat melintas di perempatan Kersana, Brebes, Jumat (26/3).


Dalam wawancara sebelumnya, Kapolsek Kersana, Iptu Suratman, juga menjelaskan polisi sudah berkali-kali mengamankan D beserta tongkat dan caping yang dipakainya mengemis. Polisi juga sempat memanggil istri D untuk diberi pembinaan.


"Yang heran itu, besoknya dia tetap mengemis dengan tongkat dan caping yang baru," kata Suratman

Iklan Bawah Artikel