Menarik untuk dibaca

Joget dan Nyanyi Wali Kota Blitar Tanpa Masker Berbuntut Pemanggilan Polisi

Blitar - Sebuah video yang memperlihatkan Wali Kota Blitar Santoso bernyanyi dan berjoget tanpa masker viral di media sosial dan aplikasi percakapan. Viralnya video itu berbuntut pemanggilan polisi.

Video berdurasi 4.28 menit ini memperlihatkan Santoso menyanyi di atas panggung tanpa memakai masker. Di atas panggung juga ada 10 orang lain termasuk para biduanita yang semuanya tak menggunakan masker. Selain bernyanyi dan berjoget, Santoso juga nyawer kepada para biduan.


Santoso membenarkan dirinya ada dalam video itu. Video itu diambil saat syukuran pelantikan dirinya sebagai Wali Kota Blitar periode 2021-2024. Acara itu berlangsung di Gedung Balai Kota Kusumo Wicitro, Jumat (26/2).


"Saya ingin dalam rangka makannya itu biar lebih bersemangat gitu, akhirnya ada elekton yang saya persembahkan," kata Santoso saat dikonfirmasi 

Santoso menolak jika dikatakan acaranya itu melanggar protokol kesehatan. Dia berdalih, selain membatasi jumlah undangan, acara itu telah berakhir sebelum pukul 22.00 WIB.


"Ya. Jadi protokoler tetap kita perhatikan. Saya hanya undang sekitar 30 hingga 40 orang relawan hadir dalam acara tersebut. Dan itu pun kita batasi, tidak lebih dari jam 10 malam," kata Santoso.


Kapolresta Blitar AKBP Yudhi Heri Setiawan mengaku telah mengetahui video viral tersebut. Pihaknya juga telah mengecek kebenaran video yang terekam dalam acara syukuran pelantikan Wali Kota Blitar periode 2021-2024. Acara itu benar berlangsung di Gedung Balai Kota Kusumo Wicitro, Jumat (26/2/2021).


"Kami sudah cek, jadi acaranya berlangsung tanggal 26 Februari lalu. Kami akan tindak-lanjuti. Apakah memang ada pelanggaran protokol kesehatan," kata Yudhi.

Bentuk tindak lanjut itu, kata Yudhi, pihaknya akan memanggil panitia acara. Mereka telah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 dan Dinkes Pemkot Blitar akan meminta keterangan kepada panitia pelaksana acara syukuran pelantikan Santoso sebagai Wali Kota Blitar periode 2021-2024 itu.


"Kami panggil panitianya hari ini. Kami tanyakan apakah ada izinnya atau tidak. Apakah mereka menyiapkan sarana prokes sebelum undangan masuk ruangan dan lain sebagainya," tegasnya.


Menurut Yudhi, pihaknya perlu mendalami kasus ini. Selain meminta keterangan panitia acara, tim penyidik kasus ini juga akan mendatangi lokasi tempat berlangsung acara yang digelar tanggal 26 Februari tersebut.


"Semua peserta atau undangan yang hadir di acara itu akan kami swab. Untuk memastikan apakah ada penyebaran virus Corona atau tidak," pungkas Yudhi.

Iklan Bawah Artikel